“Ngaji, Ngopi, Ngontak.” Tagline baru warung pondok yang sekarang berganti nama menjadi Jawahir Cafe. Alhamdulillah, upaya perbaikan dan melangkah untuk lebih maju terus dilakukan. Ikhtiar usaha pondok untuk semua kalangan dengan tetap mempertahankan unsur dakwah. Ya, bagi kami, Jawahir Cafe harus jadi tempat ngaji, sesederhana apapun itu. Sambil ngopi yang enak dan santai, yang kemudian berlanjut ngontak siapa saja yang mau menuju arah kebaikan. Inilah sirkel pertemanan yang baik. Insyaallah.
قال الإمام أبو داود: قلت لأبي عبدالله أحمد بن حنبل: أرى رجلا من أهل السنة مع رجل من أهل البدعة أترك كلامه؟! قال: لا، تعلمه أن الرجل الذي رأيته معه صاحب بدعة فإن ترك كلامه فكلمه، وإلا فألحقه به، قال ابن مسعود: (المرء بخدنه).
《 طبقات الحنابلة لابن أبي يعلى، ١/٤٢٩ 》
“Berkata imam Abu Dawud al-Sijistani: “Aku berkata kepada Abu Abdullah Ahmad bin Hanbal, “Aku melihat (bertemu) seorang laki-laki dari kalangan ahli Sunnah bersama seorang laki-laki dari kalangan ahli bid’ah, haruskah aku berhenti berbicara (berteman) dengannya?” Beliau menjawab: “Tidak, tetapi beri tahu dia bahwa pria yang kau lihat bersamanya adalah seorang ahli bid’ah. Jika dia berhenti berbicara (berteman) dengannya (dengan pria itu), maka bicaralah kepadanya (bertemanlah), jika tidak (berhenti berteman dengan pria itu), perlakukan dia seperti dia (ahli bid’ah)”. Ibnu Mas’ud berkata: “Seseorang dikenali dari temannya”.
[ Utsman bin Bakr as Sukkari rahimahullah ]
=======