Sibuk dalam ketaatan itu berat. Bila tidak mengingat akan adanya murka Allah SWT, dan ada kesempatan untuk tidak taat, maka kebaikan akan ditinggalkan. Sifat manusia itu sangat suka menghindari kesulitan. Dan hanya orang-orang yang serius mengharapkan surga sajalah yang menentang kesulitan itu. Mewujudkan masyarakat yang menerapkan syariat Allah SWT bukan kemudahan. Itu kesulitan di atas kesulitan. Bahkan rintangan dan godaan syaitan melingkupinya. Tatapi tetap harus diperjuangkan. Balasannya adalah surga. Maka seriuslah untuk meraih surga.

وكلما كان الفعل أنفعَ للعبد وأحبَّ إلى الله، كان اعتراضُ الشيطان له أكثر.

“Setiap amalan yg lebih bermanfaat bagi seorang hamba dan lebih dicintai Allah, maka pasti rintangan dari syaithan semakin banyak dan kuat.”

[ Ibnu al-Qayyim rahimahullah ]