“Kira-kira setiap hari memasak untuk murid dan guru sekitar 800 orang, tetapi ada juga yang tidak catering.” Begitu kurang lebihnya penggalan cerita teman lama yang datang ke pondok. Beliau kepala koki satu pondok pesantren yang cukup besar, tiap hari bertanggungjawab untuk makan sekitar 800 orang. Beliau senang main ke pondok dan siap membantu pondok kami untuk hal masak memasak dan urusan dapur. Cerita dan pertemuan yang menyenangkan, tetapi memang mengetahui hal-hal tersebut sekadarnya saja. Walau bisa bersyukur bahwa umat Islam semakin baik dan perduli terhadap pendidikan, tetapi menjaga hati yang qonaah harus tetap diutamakan.
من تبعت عيناه ما في أيدي الناس، طال حزنه
“Orang yang matanya selalu melirik segala sesuatu yang dimiliki orang, maka akan sangat lama kegelisahannya (yang ia rasakan).”
[ Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah ]