Saat hari libur dan kunjungan, seorang ibu dari luar datang ke pondok kami, di luar pondok, dia menegur seorang santri, yang kebetulan sedang ada keperluan. Santri lain keluar membelanya, terjadilah diskusi dan saling menasehati. Kami akhirnya mengetahuinya, setelah kejadian itu usai, dan mencoba memahaminya. Ternyata dimulai dari santri yang menasehati kebaikan tetapi dibantah orang luar tersebut. Santri lain membelanya, untungnya semua bisa diselesaikan dengan baik. Kami dan para santri bersyukur, bahwa kami semua tetap dalam kebaikan dakwah ini. Ke depan kami akan terus membina mereka agar selalu menjadi pengemban dakwah penjaga dan pemelihara Islam yang terpercaya. Karena tidak ada kebaikan yang terbaik kecuali menjadi pengemban dakwah. Dan dengan dakwahlah segala fitnah bisa diredakan.
“تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ فِتْنَةِ الْعَابِدِ الْجَاهِلِ، وَفِتْنَةِ الْعَالِمِ الْفَاجِرِ، فَإِنَّ فِتْنَتَهُمَا فِتْنَةٌ لِكُلِّ مَفْتُونٍ”.
《أخلاق العلماء للآجري، ص: ٨٧》
“Dikatakan
Berlindunglah kamu sekalian kepada Allah dari fitnah orang yang ahli ibadah tapi bodoh
dan dari fitnah orang yang berpengetahuan tapi ahli maksiat
karena fitnah yang muncul dari mereka ini adalah fitnah bagi setiap orang yang terfitnah
(orang yang tertarik kepada dua sosok ini).”
[ Sufyaan At Tsauri rahimahullah ]