Sebagai seorang muslim, kami harus menjaga ucapan dan perbuatan dalam setiap keadaan. Karena semuanya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Apalagi kami juga sebagai pendidik sekaligus yang mengelola lembaga pendidikan Islam, maka menata ucapan dan tingkah laku harus terus terukur dan terjaga agar tidak melanggar syariat. Akan tetapi sebagai manusia, tentu tidak luput dari kesalahan, walau kami berusaha kesalahan tersebut bukanlah kesalahan fatal dan tidak terus menerus. Menjadi pendidik, seperti berdiri di ujung perahu dayung di lautan dengan sejumlah pendayung. Harus terus mengendalikan perahu dari hantaman ombak sambil tetap mengendalikan agar sesuai arah, tidak lupa juga tetap harus terus memberikan semangat dan komando kepada pendayung agar sampai di tujuan. Semuanya itu harus dengan ucapan dan arahan yang jelas di samping kecermatan pemikiran dalam mengambil keputusan. Sebagai pendidik, tentu diikuti oleh para murid santrinya, juga para teman guru yang lain. Di sinilah menjaga ucapan adalah yang utama, jangan sampai salah, apalagi membuat celaka dunia akhirat. Semoga kita semua selamat dengan lisan yang selalu terjaga.
إن العبد ليأتي يوم القيامة بحسناتٍ أمثالِ الجبال، فيجد لسانه قد هدمها عليه كلَّها.
“Sesungguhnya seorang hamba ada yang benar-benar datang pada hari kiamat nanti dengan membawa kebaikan-kebaikan sebesar gunung-gunung, namun dia menjumpai lisannya telah menghancurkan semua kebaikannya itu.”
[ Ibnu Qayyim al-Jauziy rahimahullah ]