“Menjadi kiyai pondok itu berarti menjadi orangtua bagi semua santri, dan harus berlapang dada bila ada santri yang belum menerima arahan dan nasehat.” Begitu kira-kira ucapan guru kami saat mengunjunginya. Beliau melanjutkan, “Nanti akan datang para santri murid yang telah menjadi orang besar, karena ada andil keridhoan kiyainya. Jadi doain para santri, dan ridho ke mereka.” Kami mendengarkan uraian itu sambil merasakan, bahwa begitulah seharusnya sikap para guru yang sejati. Dia tulus mengajarkan, memaafkan, dan mendoakan. Setelah itu, menyendirilah dia untuk bahagia merenungi segala nikmat yang Allah SWT berikan, bahwa tertunaikanlah khidmat kepada umat dan tanggung jawab ilmu. Terimakasih guru.
المؤمن يخالط ليعلم
ويسكت ليسلم ويتكلم ليفهم ويخلو لينعم
《حلية الأولياء وطبقات الأصفياء، أبو نعيم أحمد بن عبد الله بن أحمد الأصبهاني، ٦٨/٤ 》
“Seorang mukmin itu bergaul supaya meneguk ilmu, diam agar selamat, berbicara untuk memahami, dan menyendiri untuk menikmati kebahagiaan.”
[ Wahab bin Munabbih rahimahullah ]