Beberapa hari kemarin banyak berita duka masuk kepada kami. Mulai dari gurunya seorang guru kami, menantunya guru kami yang lain, bahkan guru juga kawan seperguruan kami telah kembali kepada Allah SWT. Serasa kesedihan bertubi menghampiri karena ditinggal orang baik. Sekaligus ada rasa haru karena mereka pergi dalam husnul khotimah. Lebih lagi saat itu para santri belum kembali ke pondok, sehingga lantunan doa dipanjatkan sendirian yang sekiranya bila ada santri di pondok, doa santri-santri sholehah akan mengiringi dan menghibur. Tinggallah kami yang hidup, menjaga dan tidak boleh lupa untuk selalu dalam Islam dan dakwah, agar tidak menjadi su’ul khotimah.

وإذا عرفت معنى سوء الخاتمة فاحذر أسبابها، وأعد ما يصلح لها، وإياك والتسويف بالاستعداد فإن العمر قصير

《 مختصر منهاج القاصدين، ابن قدامة المقدسي ، ٣٩٣ 》

“Jika engkau memahami su’ul khotimah (kematian yang buruk), waspadalah terhadap sebab-sebabnya, dan persiapkanlah hal yang pantas untuk itu, serta berhati-hatilah dalam menunda-nunda persiapannya, karena hidup ini singkat.”

[ Ibnu Qudamah al Maqdisiy rahimahullah ]

=======