“…Afwan belum sempat infaq utk pondok lagi, in syaa Alloh dalam waktu dekat bisa berinfaq lagi.” Duh.. WA dari seorang teman setelah kami menanyakan kabarnya. Memang sudah lama kami tidak WA dan diskusi, satu pagi teringat beliau dan ingin mengetahui bagaimana kabarnya. Ternyata setelah menjelaskan kabarnya dan mendoakan kami, di akhir WA beliau menyisipkan kata-kata itu. Terasa kikuk sendiri kami menanggapinya, dan butuh beberapa kali helaan nafas, menenangkan, dan meluruskan niat bahwa tegur sapa ini adalah karena rasa syukur saya yang senang beliau masih menjadi sahabat pondok, dan agar saya tahu kabarnya. Begitulah, terkadang menata hati dari duri agar tetap jernih terasa lebih perlu.

‏أحيانًا إزالة الأذى من طريق القلوب أعظم أجرًا وأشدّ إلحاحًا من إزالة الأذى من طريق الأقدام

《X, @Ahmad_Chimaly, 26/05/2025 》

“Kadangkala menyingkirkan duri dari jalanan untuk qolbu lebih penting dan mendesak daripada menyingkirkan duri dari jalanan kaki.”

[ Jalaludin Ar Rumy rahimahullah ]

=======