“Atau boleh pak kiyai kasih penjelasan dulu ke santri, fadilah-fadilah dzikir ratib ini.. biar bacanya lebih khusu’/semangat.” WA dari seorang ustadzah saat mengusulkan adanya wirid rutin ratib untuk para santri. Alhamdulillah, tentu kami menerima usulannya, dan dilaksanakan setiap hari Jum’at pagi. Secara sanad kami sudah cukup lama menerima untuk mengamalkan wirid ini, dan para santri pun sempat kami berikan. Namun sempat terhenti karena jadwal belajar dan kajian yang cukup padat. Akhirnya bisa kami mulai lanjutkan untuk membiasakan dibaca bagi pondok dan para santri. Intinya adalah taqorrub kepada Allah SWT dengan dzikir bersama dan berdoa secara rutin. Semoga kami bisa istiqomah dalam melaksanakannya. Aamiin.
وأما حقيقة الحزب والورد والراتب فهو المعمول به تعبدا ونحوه وفى الإصطلاح مجموع أذكار وأدعية وتوجهات وضعت للذكر والتذكر والتعوذ من الشر وطلب الخير واستفتاح المعارف وحصول العلم مع جمع القلب والهم على الله تعالى
《 ذخيرة المعاد بشرح راتب الحداد, عبد الله بن احمد باسودان، ٤٥ 》
“Adapun hakikat hizib, wirid, dan ratib adalah sesuatu yang diamalkan dengan tujuan menyembah (kepada Allah) dan semacamnya. Sedangkan hizib, wirid, dan ratib secara istilah adalah kumpulan dzikir, doa dan tawajjuh yang dihimpun untuk dzikir, mengingat, meminta perlindungan dari keburukan, meminta kebaikan, memohon terbukanya kemakrifatan dan hasilnya pengetahuan yang dibarengi dengan fokusnya hati dan pikiran kepada Allah ta’ala”
[ Syekh ‘Abdullah bin Ahmad Basudan al-Kindi rahimahullah ]